Tuesday, November 18, 2014

Finger Print X-100C : Cara Menambah Sidik Jari Dengan Team Viewer

Biasanya untuk mengisi data finger print karyawan harus langsung didepan muka atau ketemu fisik langsung baru bisa nambahin data sidik jari karyawan baru, tapi ternyata hal itu tidak juga berlaku karena siste teknologi membuat jarak dimanapun berada bukanlah kendala.

Yah biasanya saya setting fingerprint karyawan baru memang harus kontak fisik dengan mesin fingerprint yang saya gunakan tipe dan merknya solution x-100c yang masih nyaman digunakan diperusahaan tempat saya kerja.

Dan karena perusahaan ada site job alias pekerjaan di proyek yang mana itu jauh lokasinya dari kantor, mau gak mau harus ke lokasi untuk tambah data karyawan baru untuk didata sidik jarinya, dan kalau satu dua kali ssih emang tidak masalah, tapi kalau di proyek itu lagi ada penambahan karywan atau pemborong orang baru tanpa ada waktu jam kantor, atau bahkan lebih intens kan susah juga buat saya untuk bolak balik ke proyek.

Sekarang bisa di akali dengan meremote dengan Team Viewer, jadi laptop tujuan di proyek bisa di pantau untuk digunakan sebagai sarana menambahkan sidik jadi tanpa harus kontak fisik atau harus ke proyek.

Keuntunganya bisa mengurangi atau hemat biaya ongkos transportasi dan juga hemat waktu, dan fleksibel juga.

Finger Print X-100C : Cara Menambah Sidik Jari Dengan Team Viewer seperti biasa konek ke komputer yang dituju yang udah di install team viewer dan bisa konek ke internet, biasanya pake modem atau pake apa aja yang penting kenek internet.

Nah kalo udah konek ke internet tinggal panggil tuh username dan password yang muncul di team viewer, nah kalo udah konek si komputer yang di remote harus konekin fingerprint X-100c itu dengan kabel jaringan, karena kalo pake kabel usb tidak akan konek.

Dan harus udah tau ip address yang udah di setting sebelumn yah, okelah selanjutnya liat gambar aja gambangnya, walau ada kekurangan dan kelebihan pasti adalah.

Finger Print X-100C : Cara Menambah Sidik Jari Dengan Team Viewer
buat account baru

Finger Print X-100C : Cara Menambah Sidik Jari Dengan Team Viewer
klik jari yang di pilih dan sesuaikan dengan jari
Finger Print X-100C : Cara Menambah Sidik Jari Dengan Team Viewer
download data dan sidik jari yang sudah di data agar muncul nama saat finger print
Finger Print X-100C : Cara Menambah Sidik Jari Dengan Team Viewer
jangan lupa centang sidik jari sebelum upload data dan juga centang mesin
Cara ini sama dengan cara menambahkan sidik baru untuk karyawan di finger print solution X-100C tipe baru ataupun lama. yang beda cuma proses remote komputer saja.

Cara menghapus admin yang lupa password atau butuh reset yang baru,.

Cara Install Server Zimbra di Centos 6 Inilah Ramuanya

Akhirnya nemu juga langkah-demi langkah instalasi server zimbra yang berhasil , awalnya sih dari video youtube cara instalnya, Cara Install Server Zimbra di Centos 6 Inilah Ramuanya pelan pelan tapi pasti....jangan lupa setting perlengkapanya Cara Ganti IP di Linux Server Centos 6 Sebelum Intall Server Zimbra dulu biar lancar instalasinya.

Installation Steps

1. yum update – Update your system
2. Install prerequisites
yum install sudo sysstat libidn gmp libtool-ltdl compat-glib vixie-cron nc perl libstdc++.i686

3. Modify /etc/hosts file and Also, be sure to setup a DNS MX record in your zone file

127.0.0.1 localhost localhost.localdomain
#::1 localhost localhost.localdomain localhost6 localhost6.localdomain6
192.168.0.20 centos01.linuxlab.local centos01

4. Disable start-up services
4a. chkconfig postfix off
4b. service postfix stop
4c. chkconfig sendmail off
4d. service sendmail stop

5. /etc/sudoers – Comment “Defaults requiretty” out
# Defaults requiretty

6. Disable firewall or Allow zimbra ports

6a. chkconfig iptables off && service iptables stop && chkconfig ip6tables off && service ip6tables stop
or
6b. Configure Iptables Firewall
# enable zimbra ports
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 25 -j ACCEPT
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 80 -j ACCEPT
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 110 -j ACCEPT
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 143 -j ACCEPT
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 389 -j ACCEPT # -s 10.10.3.0/24
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 443 -j ACCEPT
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 465 -j ACCEPT
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 993 -j ACCEPT
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 995 -j ACCEPT
$iptables -A INPUT -m state –state NEW -m tcp -p tcp –dport 7071 -j ACCEPT # -s 10.10.3.0/24

7. /etc/selinux/config – Disable SeLinux
SELINUX=disabled
Note: Reboot is required

8. Extract installation package to /tmp
tar xvf zcs-8.x.y.z.tgz

9. ./install.sh – To Install ZCS
9a. Change domain name
9b. Change admin password – Type "3" and then "4"

10. Open your web browser and go to https://ZCS_IP_Address

11. To Check zimbra status
su – zimbra
zmcontrol status
12. To stop and start zimbra

su – zimbra
zmcontrol stop
zmcontrol start

yang mau  Cara Ganti IP di Linux Server Centos 6 Sebelum Intall Server Zimbra

Cara Mengatasi Warning: Cannot modify header information – headers already sent by… di Wordpress


Cara Mengatasi Warning: Cannot modify header information – headers already sent by… di Wordpress. 

Pemilik website atau blog dengan engine WordPress yang dibingungkan dengan permasalahan munculnya peringatan “Warning: Cannot modify header information – headers already sent by…” pada saat mencoba login ke wp-admin, sehingga menyebabkan kamu tidak dapat beraktifitas menulis, approve comment, dsb, penyebabnya dapat juga disebabkan karena terjadinya baris-baris kosong di file functions.php.

Untuk itu kamu dapat mencoba solusi Cara Mengatasi Warning: Cannot modify header information – headers already sent by… di Wordpress berikut:

  • Buka file functions.php theme yang sedang anda gunakan saat ini. Tentu saja anda tidak dapat mengeditnya dari menu Appearance – Editor WP-Admin, melainkan dapat mengeditnya via file manager yang ada di cPanel hosting anda, atau bisa juga dengan menggunakan aplikasi seperti Adobe Dreamweaver untuk konek ke server hosting kamu via FTP. Apabila anda tidak tahu nama theme yang sedang aktif anda gunakan, berarti saatnya merefleksi diri. Jika masih tidak tahu dan theme yang ada di folder themes kamu cukup banyak, cara singkat untuk mengetahuinya adalah dengan menghapus seluruh folder theme yang ada dan sisakan saja folder TwentyEleven (ini adalah theme default WordPress sebelum versi 3.5 keluar nanti). Jika anda terpaksa menyisakan folder TwentyEleven saja, maka baris-baris panduan berikut silakan abaikan dan silakan langsung coba masuk wp-admin dari browser anda. Untuk cara terhormat dan bermartabat mengetahui theme yang sedang digunakan, kamu bisa masuk ke database via PHPMyadmin.
  • Jika anda sudah bisa membuka file functions.php tersebut, coba kamu scroll down sampai ke bagian bawah kode-kode yang ada di file functions.php tersebut dan temukan baris skrip penutup kode PHP ( dalam keadaan standar, umumnya ditulis dengan ?> )
  • Pastikan bahwa kode penutup PHP tersebut merupakan baris paling bawah. Jika tidak paling bawah, maka buang semua baris kosong yang ada di bawah kode penutup PHP tersebut. Bahkan sebenarnya anda bisa menghapus kode penutup PHP yang berada di bagian paling bawah tersebut.
  • Jika sudah, silakan simpan file functions.php tersebut. Jika anda mengedit menggunakan Dreamweaver, pastikan tidak lupa mengupload perubahannya (seandainya saja anda tidak mengkonfigurasi auto upload changes)
  • Kembali ke browser, silakan coba kembali masuk ke wp-admin anda.
  • Jika sudah bisa berarti masalah anda sudah terselesaikan. 
  • Selesai. Semoga Bermanfa'at.
Paling tidak mencoba dulu Cara Mengatasi Warning: Cannot modify header information – headers already sent by… di Wordpress sebelum dapat masalahnya.

Cara Ganti IP di Linux Server Centos 6 Sebelum Intall Server Zimbra

Cara Ganti IP di Linux Server Centos 6 Sebelum Intall Server Zimbra. Ganti ip di centos 6 |

catatan :  Tekan huruf i untuk mengedit file | esc dan :wq untuk save

ip address
-----------------------
-ifconfig eth0 up
- cd /etc/sysconfig/network-scripts/
- vi ifcfg-eth0
(atau)

vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
--------
DEVICE=eth0
HWADDR=08:00:27:76:F8:02
TYPE=Ethernet
UUID=f733ed84-353d-4af4-8430-8ca1f35019b9
ONBOOT=yes
NM_CONTROLLED=yes
BOOTPROTO=static
IPADDR=10.10.1.21
NETMASK=255.0.0.0
GATEWAY=10.0.0.1
NETWORK=

----------------
Now, configure default getaway:

vi /etc/sysconfig/network

NETWORKING=yes
HOSTNAME=zimbracentos.patamaas.co.id

----------
Configure DNS Server

vi /etc/resolv.conf

nameserver 127.0.0.1
nameserver 10.0.0.1

Now restart the network interface:
# /etc/init.d/networking restart

Check eth0:

# ifconfig eth0

tinggal di ping deh, kalo reply selamat udah beres ,koneksinya contoh diatas saya setting untuk daerah local dan masalah ip tinggal sesuaikan saja dengan kondisi dimana tempatnya.

salam katro..

Friday, October 24, 2014

Trying to install windows xp on my HP 520 laptop. Setup cannot detect the hard drive?

Setelah otak atik notebook hp 520 yang mau di install ulang ke xp susahnya mau ampun, karna pas booting setup selalu error dan nanyain harddisk atau hardrive gak terbaca gitu, dan langsung kasih notifikasi untuk tekan f3 dan mau gak mau kita kudu pencet tuh tombol karna gak ada jalan lain.

Mengharuskan saya untuk browsing... Akhirnya saya coba satu persatu pengaturan di biosnya, karena sebelumnya saya coba untuk booting menggunakan windows 7 bisa berjalan dengan lancar.
Dan saya akhirnya bisa berasumsi kalau rusak di cd pasti tidak, rusak cd roomnya juga pasti nggak.

Hello! I have just registered in order to reply to you. I was having the same problem with a HP Laptop witch I can't remember the model. For me the solution was to disable SATA NATIVE MODE. Try following the next steps. It should solve your problem.

Slalu muncul tulisan Trying to install windows xp on my HP 520 laptop. Setup cannot detect the hard drive? yah alias gak ke detect si harddisknya kurang lebihnya.

1. Boot Your Laptop
2. Press F10 to go to BIOS Setup
3. Go to System Configuration Tab
4. Go to Device Configurations
5. Disabled “SATA Native Mode”
6. F10 for save change & Exit
7. Boot your HP 520 with Windows XP CD in CDROM

Ternyata di percobaan yang ini belum juga menemukan titik terang, dan masih juga ada keterangan tidak bisa booting dengan cd booting windows xp.
Dan kembali saya coba di menu selanjutnya yah coba aja, yang ini di dissable yang itu di enable lagi trus coba lagi untuk booting, masih juga gak bisa yah coba lagi.

Sampe nemu blue screen kadang kadang, tapi akhirnya nemu juga di percobaan selanjutnya.

to be continue

Monday, October 20, 2014

Mengatasi Flashdisk Yang Minta Format

Mengatasi flashdisk yang minta format, mungkin kaget kali yah kenapa flasdisk tiba tiba minta diformat padahal seinget kita itu flasdisk ada datanya banyak, lalu tiba tiba pas lagi mau dibutuhin lagi kenapa flasdisknya minta di format, kedetect sih sebagai flasdisk.

Biarpun udah di restart komputer juga tidak akan merubah itu keadaan flasdisk yang mau dibuka harus di format dulu, bahkan walau udah merelakan datanya ilang pun si flasdisk belum bisa di format dan gagal saat mau diformat.

Makin bingung dong untuk mengatasi flasdisk yang minta di format sedangkan data masih banyak dan harus di backup dulu, walau ada juga sotware untuk mengembalikan data dari flasdisk yang terformat, tapi masalahnya sekarang malah gak bisa di format flasdisknya.


Jika sudah mencoba melihat keadaan ini yang sudah membandel karena memang sudah ikhlas data mau di format saja yang ada di flasdisk, tapi masalahnya gak bisa kita kudu pastiin dulu flasdisk terbaca saat dicolokin untuk proses recovery.

Dalam kasus ini, pertama tidak bisa diformat bisa di cek di disk managemen disana akan mudah menentukan bisa di format atau tidak flasdisknya, kalau keterangan digambar saya itu flasdisk di drive D: yang mana sudah nongol kapasitasnya, itu artinya sudah bisa di format, hal ini pun bisa dilihat langsung di windows explorer sih sebenernya.

Nah tadinya belum nongol itu belum juga bisa di format, tapi setelah nongol saya mikir lagi mau format flasdisk apa nyoba di repair atau recovery dulu menggunakan CMD kan ada banyak tahapan memang untuk melakukan permasalah flasdisk yang minta di format terus.

Nah saya ambil langkah langsung ke common prom di windows dengan patokan sudah tau disk flasdisk targetnya, nah udah enak nih untuk mengatasi masalah flasdisk yang minta format terus nih, sekarang tinggal langsung ketik di terminal/common promnya ,

CHKDSK D:/R

Bisa menggunakan huruf kecil juga, langsung enter saja nanti akan ada tampilah seperti digambar kalo suruh pilih y/n pilih y aja terus nanti akan di proses sampai beres pokoknya deh.

Selesai dan bisa tes flasdisknya deh...



Friday, October 17, 2014

Mengenal Distribusi System File

System File memiliki penamaan sejak dilakukan pendistribusian dengan cara instalasi penerapan, atau apalah bahasnya, dalam system operasi sebuah system akan memiliki nama dan setiap system operasi berbeda pula namanya.

Sebuah sistem file (atau filesystem) adalah suatu cara untuk mengatur data yang diharapkan dapat dipertahankan setelah program berakhir dengan menyediakan prosedur untuk menyimpan, mengambil dan memperbarui data, serta mengelola ruang yang tersedia pada perangkat (s) yang menampungnya. Sebuah sistem file mengatur data dengan cara yang efisien dan disetel dengan karakteristik khusus perangkat. Sebuah kopling ketat biasanya ada antara sistem operasi dan sistem file. Beberapa sistem berkas menyediakan mekanisme untuk mengontrol akses ke data dan metadata .

Memastikan keandalan merupakan tanggung jawab utama dari sistem file. Beberapa sistem file yang memungkinkan beberapa program untuk memperbarui file yang sama di hampir saat yang sama. Sistem file yang digunakan pada perangkat penyimpanan data , seperti hard disk drive , disket , cakram optik , atau memori flash perangkat penyimpanan, untuk menjaga lokasi fisik dari file komputer . Mereka mungkin menyediakan akses ke data pada file server dengan bertindak sebagai klien untuk protokol jaringan (misalnya NFS , SMB , atau 9P klien), atau mereka mungkin virtual dan hanya ada sebagai metode akses untuk data virtual (misalnya procfs ). Hal ini dibedakan dari layanan direktori dan registri .


Ext3, atau filesystem diperpanjang ketiga, adalah sistem file journal yang umum digunakan oleh kernel Linux . Ini adalah default file sistem untuk banyak populer distribusi Linux , termasuk Debian . Stephen Tweedie pertama mengungkapkan bahwa ia bekerja pada perluasan ext2 di Journal tersebut Filesystem Linux ext2fs dalam sebuah makalah tahun 1998, dan kemudian di daftar 1999 kernel mailing Februari posting. Filesystem ini bergabung dengan arus utama kernel Linux pada bulan November 2001 dari 2.4.15 dan seterusnya. Keuntungan utama dari ext2 yang journaling , yang meningkatkan kehandalan dan menghilangkan kebutuhan untuk memeriksa sistem file setelah yang najis shutdown. Penggantinya adalah ext4 .


Tersedianya Setelah sistem shutdown najis (daya kegagalan tak terduga, sistem crash), masing-masing sistem file ext2 tidak dapat dipasang sampai konsistensi telah diperiksa oleh program e2fsck. Jumlah waktu bahwa program e2fsck mengambil ditentukan terutama oleh ukuran sistem file, dan untuk hari ini relatif besar (puluhan gigabytes) sistem file, ini membutuhkan waktu yang lama. Juga, file yang Anda miliki pada sistem file, semakin lama pemeriksaan konsistensi diperlukan. File sistem yang beberapa ratus gigabyte dalam ukuran dapat berlangsung satu jam atau lebih untuk memeriksa. Hal ini sangat membatasi ketersediaan.

Sebaliknya, ext3 tidak memerlukan pemeriksaan file sistem, bahkan setelah sistem shutdown yang tidak bersih, kecuali untuk kasus tertentu yang jarang terjadi kegagalan hardware (misalnya kegagalan hard drive). Hal ini karena data ditulis ke disk sedemikian rupa bahwa sistem berkas selalu konsisten. Waktu untuk memulihkan sistem file ext3 setelah sistem shutdown najis tidak tergantung pada ukuran sistem file atau jumlah file, melainkan tergantung pada ukuran “jurnal” digunakan untuk menjaga konsistensi. Ukuran jurnal standar membutuhkan waktu sekitar satu detik untuk pulih (tergantung pada kecepatan hardware).

 a)    Integritas Data

Menggunakan sistem file ext3 dapat memberikan jaminan kuat tentang integritas data dalam kasus sebuah sistem shutdown najis. Anda memilih jenis dan tingkat perlindungan yang menerima data Anda. Anda dapat memilih untuk menjaga sistem file yang konsisten, tetapi memungkinkan kerusakan pada data pada sistem file dalam kasus sistem shutdown yang tidak bersih, ini dapat memberikan kecepatan sederhana di bawah beberapa tapi tidak semua keadaan. Atau, Anda dapat memilih untuk memastikan bahwa data konsisten dengan keadaan sistem file, ini berarti bahwa Anda tidak akan melihat data sampah di file yang baru ditulis setelah terjadi kecelakaan. Pilihan yang aman, menjaga data yang konsisten dengan keadaan sistem file, adalah default.

b)    Mempercepat
Meskipun menulis beberapa data lebih dari satu kali, ext3 seringkali lebih cepat (throughput yang lebih tinggi) daripada ext2 karena journal ext3 yang mengoptimalkan gerak kepala hard drive. Anda dapat memilih dari tiga mode journal untuk mengoptimalkan kecepatan, opsional memilih untuk trade off beberapa integritas data.

Satu mode, data = writeback, membatasi jaminan integritas data, memungkinkan data lama untuk muncul dalam file setelah terjadi kecelakaan, untuk peningkatan potensi dalam kecepatan dalam kondisi tertentu. (Mode, yang merupakan modus default journaling untuk sebagian sistem file journal, pada dasarnya menyediakan jaminan integritas data yang lebih terbatas dari sistem file ext2 dan hanya menghindari sistem cek file yang panjang pada saat boot.)
Modus kedua, data = ordered (mode default), menjamin bahwa data konsisten dengan sistem file; file yang baru ditulis tidak akan muncul dengan isi sampah setelah terjadi kecelakaan.
Mode terakhir, data = jurnal, membutuhkan jurnal yang lebih besar untuk kecepatan yang wajar dalam banyak kasus dan karena itu membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih jika terjadi shutdown yang tidak bersih, tetapi kadang-kadang lebih cepat untuk operasi database tertentu.
Modus default direkomendasikan untuk tujuan umum kebutuhan komputasi. Untuk mengubah mode, menambahkan data = opsi sesuatu untuk opsi untuk mount untuk itu sistem file pada file / etc / fstab, yang didokumentasikan di halaman manual mount (orang gunung).
c)    Mudah Transisi
Sangat mudah untuk mengubah dari ext2 ke ext3 dan mendapatkan manfaat dari sistem file journaling yang kuat, tanpa melakukan format. Benar, tidak ada kebutuhan untuk melakukan, membosankan panjang, dan rawan kesalahan backup-memformat-mengembalikan operasi untuk mengalami keuntungan dari ext3.


Defragmentation, Tidak ada ext3 secara online defragmentasi alat yang bekerja pada tingkat filesystem. Ada Defragmenter ext2 offline, e2defrag , tetapi membutuhkan bahwa sistem berkas ext3 dikonversi kembali ke ext2 pertama. Tapi e2defrag mungkin menghancurkan data, tergantung pada bit fitur diaktifkan pada filesystem;. tidak tahu bagaimana memperlakukan banyak ext3 fitur baru.

Ada userspace alat defragmentasi, seperti Kocok dan defrag. Goyang bekerja dengan mengalokasikan ruang untuk seluruh file sebagai satu operasi, yang umumnya akan menyebabkan pengalokasi untuk menemukan ruang disk berdekatan. Jika ada file yang digunakan pada saat yang sama, Shake akan mencoba untuk menulis mereka di sebelah satu sama lain. Defrag bekerja dengan menyalin setiap file terhadap dirinya sendiri. Namun, strategi ini hanya bekerja jika sistem file memiliki cukup ruang bebas. Sebuah alat defragmentasi benar tidak ada untuk ext3.

Namun, seperti Linux System Administrator Panduan menyatakan, “menjaga modern Linux filesystem (s) fragmentasi minimal dengan menjaga semua blok dalam file berdekatan, bahkan jika mereka tidak dapat disimpan dalam sektor berturut-turut Beberapa filesystem,. Seperti ext3, efektif mengalokasikan blok bebas yang paling dekat dengan blok lainnya dalam file Oleh karena itu tidak perlu khawatir tentang fragmentasi dalam sistem Linux. “.

Sementara ext3 lebih tahan untuk mengajukan fragmentasi dari FAT filesystem, ext3 bisa terpecah-pecah dari waktu ke waktu atau untuk pola penggunaan tertentu, seperti perlahan-menulis file besar.  Akibatnya, ext4 , pengganti ext3, direncanakan akan akhirnya termasuk utilitas filesystem defragmentasi online, dan saat ini mendukung luasan (daerah berkas berdekatan).


ext3 tidak mendukung pemulihan file dihapus. Para sopir ext3 aktif menghapus file dengan menyeka inode file, untuk alasan keselamatan kecelakaan.

Masih ada beberapa teknik dan beberapa bebas dan komersial perangkat lunak untuk pemulihan file dihapus atau hilang menggunakan file sistem analisis jurnal, namun mereka tidak menjamin setiap pemulihan file tertentu.


e3compr  adalah tempelan tidak resmi untuk ext3 yang tidak transparan kompresi . Ini adalah port langsung dari e2compr dan masih perlu pengembangan lebih lanjut. Mengkompilasi dan sepatu bot dengan baik dengan kernel hulu [ rujukan? ], tapi journal belum diimplementasikan.


Tidak seperti sejumlah sistem file modern, ext3 tidak memiliki dukungan asli untuk foto -kemampuan untuk cepat menangkap keadaan filesystem pada waktu yang sewenang-wenang. Sebaliknya, hal itu bergantung pada kurang ruang-efisien, volume tingkat snapshot yang disediakan oleh Linux LVM . Para Next3 sistem berkas adalah versi modifikasi dari ext3 yang menawarkan dukungan foto, namun tetap kompatibilitas dengan ext3 di-format disk.


ext3 tidak melakukan checksumming saat menulis ke jurnal. Jika penghalang = 1 tidak diaktifkan sebagai opsi mount (di / etc / fstab ), dan jika perangkat keras adalah melakukan out-of-order menulis caching, satu menjalankan risiko filesystem corruption parah selama kecelakaan.


Inkonsistensi pada file system dapat terjadi jika file system tidak di unmounted, Misalnya jika proses penulisan data ke disk sedang berlangsung ketika terjadi system crash.
Program aplikasi mungkin sedang meng-update data yang terkandung dalam file dan sistem mungkin sedang meng-update metadata dari file system.
Metadata mengandung informasi mengenai blok-blok yang dialokasikan untuk masing-masing file, direktoritempat suatu file berada, dan sebagainya.
Journaling file system memaksimalkan konsistensi dari file system karena setiap perubahan dicatat dalamlog sebelum perubahan dilakukan pada file system, dan catatan ini disimpan sampai perubahan pada filesystem terlaksana dengan aman
Untuk meminimalkan inkonsistensi pada file system dan meminimalkan waktu restart sistem, journaling file system mencatat perubahan yang akan dilakukan pada file system sebelum perubahan tersebutdilakukan pada file system.

Catatan ini disimpan pada bagian terpisah dari file system, biasanya disebut “journal” atau “log”.
Jika perubahan ini tercatat dengan aman, journaling file system melakukan perubahan itu pada file systemkemudian menghapus catatan perubahan itu dari log.
Ketika melakukan reboot pada komputer yang menggunakan journaling file system, mount program dapat menjamin konsistensi dari file system dengan memeriksa pada log apakah ada perubahan yang belumdilaksanakan kemudian melaksanakan perubahan tersebut pada file system

File System Linux :

EXT2
File sistem EXT2 merupakan file sistem yang ampuh di linux. File sistem ini menjadi dasar dari segala distribusi linux. Pada EXT2, file data disimpan sebagai data blok. Data blok kiri mempunyai panjang. File sistem EXT2 merupakan file sistem yang ampuh di linux. File sistem ini menjadi dasar dari segala distribusi linux. Pada EXT2, file data disimpan sebagai data blok. Data blok kiri mempunyai panjang yang sama dan meskipun panjangnya bervariasi diantara EXT2 file sistem. Besar block tersebut ditentukan pada saat file sistem dibuat dengan perintah mk2fs. Jika besar block adalah 1024 bytes, maka file dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 block. Pada sistem EXT2 ini mendefinisikan topologi file sistem dengan memberikan arti bahwa setiap file pada sistem diasosiasikan dengan struktur data inode. Sebuah inode menunjukan blok mana dalam suatu file tentang hak akses setiap file, waktu modifikasi, dan tipe file. Setiap file dalam EXT2 terdiri dari inode tunggal dan setiap inode memiliki nomoridentifikasi yang unik. Inode-inode file sistem disimpan dalam tabel inode. Direktori dalam EXT2 file sistem adalah khusus  yang mengandung pointer ke inode masing-masing isi direktori tersebut.

EXT3
Sistem file ini merupakan penyempurnaan dari sistem file EXT2. Dalam peningkatannya memiliki beberapa keuntungan, diantaranya ialah :

·   Setelah kegagalan sumber daya atau kerusakan sistem EXT2 harus memulai proses pengecekan e2fsck, proses ini membuang waktu dan proses booting jadi lama. Sedangkan EXT3 hanya dicek apabila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hardisk. Waktu yang diperlukan EXT3 setelah terjadi kerusakan file, tidak tergantung pada ukuran file sistem atau banyaknya file.
·   Integritas data, pada file sistem ini menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan. EXT3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe dari proteksi data.
·     Kecepatan, dari pada menulis data lebih dari sekali, EXT3 memiliki troughput yang lebih besar dari EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hardidsk.

EXT4
File sistem ini dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28, jadi jika menggunakan linux dengan kernel 2.6.28 ini berarti sudah secara otomatis support ke EXT4. Jika kita masih menggunakan file sistem EXT3 dapat dikonversi ke EXT4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.


File System Windows
Sistem berkas pada sistem operasi Windows identik dengan kata FAT dan NTFS, seperti apa kedua jenis sistem berkas ini ?  kita ulas satu per satu ...

Windows sendiri memiliki 3 format untuk file sistemnya, diantaranya :
·         FAT 16
·         FAT 32
·         NTFS

FAT 16
File sistem FAT 16 awalnya diperkenalkan oleh MS-DOS 1981. Awalnya sistem ini diciptakan untuk mengatur file di floopy drive atau yang biasa kenal dengan disket. FAT 16 mengalami beberapa kali perubahan, sehingga digunakan untuk mengatur file harddisk. Keuntungan FAT 16 adalah file sistem ini kompatibel hampir disemua sistem operasi, baik windows 95/98,ME, OS/2, linux dan bahkan UNIX. Namun masalah yang dimiliki  oleh sistem FAT 16 ini ialah mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin besar harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 16Kb dari harddisk. Kekurangan lain yang dimiliki sistem file FAT 16 ialah tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.

FAT 32
File sistem FAT 32 awalnya mulai dikenal pada sistem windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lebih dari FAT 16. Sistem file ini mempunyai kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT 16. Namum FAT 32 ini memiliki kelemahan yang tidak dimiliki FAT 16 yaitu terbatasnya operating sistem yang bisa mengenal FAT 32. Tidak seperti FAT 16 yang bisa dikenal oleh hampir semua operating sistem.

NTFS
File sistem NTFS awalnya digunakan pada windows NT dan merupakan file sistem yang benar-benar berbeda dibanding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang lebih baik, kompresi file, cluster dan bahkan support enkripsi data.
Umumnya file sistem in tidak kompatibel dengan operating sistem lain yang terinstall dikomputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdetek apabila kita melakukan start up boot menggunakan floopy. Untuk itu sangat disarankan untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang menggunakan file sistem FAT di awal partisi. Partisi ini dapat digunakan untuk menyimpan recovery tool apabila mendapat masalah.

Printer Hp Laserjet Pro M12w

Keluaran baru dari produk HP yang masih mengeluarkan jenis laserjet untuk office atau perkantoran, yang mana membutuhkan printer yang bisa m...